Maknai Isra’ Mi’raj, SMA Negeri 1 Kedungpring Tanamkan Nilai Iman dan Saling Menghargai

Kedungpring — SMA Negeri 1 Kedungpring menggelar kegiatan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Abror pada Kamis (15/01/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan dengan penuh khidmat sebagai bagian dari peringatan hari besar Islam (PHBI).

Acara diawali dengan sambutan Kepala SMA Negeri 1 Kedungpring yang disampaikan oleh Bapak Wantono Gono Putro, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyoroti sikap sebagian siswa yang dinilai masih kurang khidmat dalam mengikuti kegiatan PHBI.

“Setiap peringatan PHBI, mengapa siswa masih sulit untuk benar-benar khidmat? Jika anak-anak ingin menjadi pribadi yang lebih baik ke depan, saya berharap setiap kegiatan PHBI diikuti dengan sungguh-sungguh,” ujar beliau.

Lebih lanjut, Bapak Wantono menegaskan pentingnya sikap saling menghargai. Menurutnya, seseorang yang tidak mampu menghargai orang lain, kelak juga akan sulit dihargai oleh lingkungannya. Ia juga mengingatkan tentang hukum tabur tuai dalam kehidupan.

“Saya meyakini hukum tabur tuai. Jika kita berbuat baik, maka kebaikan pula yang akan kita terima. Sebaliknya, jika berperilaku buruk, maka keburukanlah yang akan mengikuti kita,” tegasnya.

Beliau menutup sambutan dengan pesan motivasi bahwa kesuksesan adalah hak semua orang. Dengan kerja keras dan kesungguhan, setiap siswa memiliki peluang untuk meraih kesuksesan di masa depan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW yang diiringi oleh Banjari An-Najwa. Seluruh peserta berdiri serentak dan melantunkan sholawat dengan penuh kekhusyukan, menambah suasana religius di Masjid Al-Abror.

Acara inti diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh Ustadz Hubi Baihaqi Amrulloh, S.Pd.I. Dalam ceramahnya, beliau menyampaikan bahwa segala pujian hanya milik Allah SWT dan bahwa derajat manusia pada hakikatnya sama, baik siswa maupun guru. Yang membedakan hanyalah tingkat keimanan masing-masing.

Menanggapi pertanyaan Kepala Sekolah, Ustadz Hubi menekankan pentingnya berdoa kepada Allah bukan hanya untuk bertambah rezeki, tetapi juga untuk bertambah ilmu dan iman.

“Kita harus bermunajat kepada Allah agar ilmu dan iman kita terus bertambah. Namun bagaimana ilmu dan iman bisa bertambah jika kita tidak mau menyimak ayat-ayat Allah?” ujarnya, seraya mengutip firman Allah dalam Surah Al-A’raf ayat 204.

Ustadz Hubi juga menjelaskan peristiwa Isra’ Mi’raj yang terjadi pada 27 Rajab, yang dikenal sebagai tahun kesedihan bagi Nabi Muhammad SAW. Pada masa itu, Rasulullah kehilangan istri tercinta dan pamannya, serta mengalami pemboikotan oleh kaum Quraisy. Dalam kondisi tersebut, Allah SWT menguatkan hati Nabi Muhammad SAW melalui peristiwa Isra’ Mi’raj.

Menurut beliau, Isra’ Mi’raj merupakan ujian keimanan bagi umat Islam. Pasca peristiwa tersebut, banyak orang yang tidak mempercayai perjalanan Rasulullah, bahkan ada yang murtad karena meragukannya. Dalam peristiwa Isra’ Mi’raj, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat sebanyak 50 waktu yang kemudian diringankan menjadi 5 waktu sehari semalam.

“Salat adalah tiang agama. Jika salat tidak ditegakkan, maka runtuhlah iman dan Islam dalam diri dan hati kita,” pungkas Ustadz Hubi.

Melalui kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj ini, diharapkan seluruh warga SMA Negeri 1 Kedungpring dapat meningkatkan keimanan, ketakwaan, serta mampu mengikuti kegiatan keagamaan dengan lebih khidmat dan penuh kesadaran di masa mendatang. (Evie/Red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Tes Kemampuan Akademik
Ujian Sekolah Daring

Prestasi

Latihan Berat Berbuah ...
PMR SMA Negeri 1 Kedun...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman