Tiga Tahun Puasa Juara, Arunika Hadir Membawa Cahaya

Surabaya-Wajah Tania Dwi Cahyani berseri di bawah sorot lampu panggung. Senyum nyaris tak percaya mengembang di bibirnya. Ia berdiri menahan bahagia menerima piala di panggung megah SMA Awards.

Siswi kelas XII itu mewakili sekolahnya, SMAN 1 Kedungpring Lamongan yang berhasil menyabet juara 2 kategori Tari Kreasi Tradisional SMA Awards 2025 di Gedung Dyandra Surabaya pada Kamis (23/10/2025).

Kemenangan ini menjadi oase setelah tiga tahun puasa juara SMAN 1 Kedungpring (SMAKED)di SMA Awards. Terakhir kali sekolah ini mencatatkan prestasi pada 2022. Saat itu Ariel Rendra Pratama berhasil keluar menjadi Duta Pelajar Jawa Timur.

Kini, nama SMAKED kembali muncul di malam penganugerahan SMA Awards. Tari kreasi tradisional berjudul “Arunika” yang dibawakan Tania Bersama empat rekannya, Abdillah Yudha Pratama, Wilda Aznia Novalia, Fadhilah Suci Rahmawati, serta Nia Vebby Wijaya berhasil membawa pulang piala juara 2.

“Tentu sangat senang,” kata Tania lirih dengan mata berkaca-kaca usai menerima piala.

Piala ini sangat berarti tidak hanya bagi Tania, tapi juga Wilda, serta Yudha yang menjadi tahun terakhir mereka di SMAKED. Ketiganya sekarang sudah menginjak kelas XII.

Tania mengaku perasaannya campur aduk. Ia tak kuasa menahan rasa haru dan bahagia.

“Apalagi setelah dua kali ikut SMA Awards, baru kali ini bisa langsung masuk tiga besar. Perasaan haru, bahagia, tak bisa diungkap dengan kata-kata. Ini hadiah terbesar di penghujung masa sekolah saya,” ungkapnya.

Sorak tepuk tangan malam itu bukan sekadar penghargaan atas gerak yang anggun atau kostum yang memukau, melainkan penghormatan atas ketekunan, kegigihan, dan cinta terhadap seni.

Evie Rakhmalia, pelatih sekaligus pembina ekstrakurikuler tari mengaku tak kuasa menahan haru. Guru SMAKED itu tak pernah menyangka tarian karya orisinal pertamanya yang berjudul Arunika memenangkan ajang bergengsi SMA Awards.

“Semua keberhasilan ini tentu tak luput dari dukungan penuh Bapak Wantono Gono Putro. Mulai dari bantuan finansial, penyediaan tempat, hingga dukungan moral. Tanpa kebersamaan seluruh warga sekolah, karya ini tak akan pernah lahir,” kata Evie.

Kerja Keras itu Terbayarkan

Perjalanan menuju panggung itu bukan hal yang singkat. Tiga belas hari, Tania dan timnya memeras tenaga dan ide untuk menulis konsep, menyusun koreografi, dan berlatih hingga larut malam.

Ada letih yang menumpuk, ragu yang sempat hinggap, namun semangat untuk mengembalikan kejayaan ekstrakurikuler tari tak pernah padam.

Piala ini menjadi penghapus dahaga ekstrakurikuler tari SMAKED di tengah-tengah kerinduan akan pengakuan karya. Kerja keras tak kenal Lelah selama hampir 2 pekan itu pun terbayar tuntas.

Makna Arunika

Arunika bukan sekadar pertunjukan. Hampir setiap gerakan syarat akan makna mendalam.

Tarian ini mengisahkan seorang dalang wayang Jawa Timur yang kehilangan penonton. Namun, tidak pernah menyerah. Dengan tekad dan kreativitas yang kuat, sang dalang berusaha menghidupkan kembali tradisi lewat gaya baru agar diminati generasi muda.

Kisah itu menjelma menjadi gerak, cahaya, dan rasa hingga memikat setiap mata yang menatapnya.

Arnika ini memiliki makna cahaya baru. Evie sang pencipta tari berharap tarian ini menjadi kebangkitan bagi ekstrakulikuler tari SMAKED (Ekstriked). Memberi semangat kepada anggota-anggota yang lain untuk terus berkreasi menciptakan karya-karya otentik yang bisa membawa nama harum Sekolah.

One Response

  1. Kereennn…selamat untuk tim Tari SMAKED, bu Evi dan SMA Negeri 1 Kedungpring. SMAKED Semakin Ke depan Jaya Luar biasa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kabar Sekolah Lainnya

Pengumuman

Tes Kemampuan Akademik
Ujian Sekolah Daring

Prestasi

Latihan Berat Berbuah ...
PMR SMA Negeri 1 Kedun...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman