Magelang – Bela negara pada masa kini tidak selalu diwujudkan melalui perjuangan di medan perang. Bagi generasi muda, semangat bela negara dapat dimulai dari hal sederhana, seperti disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, serta kesungguhan dalam menuntut ilmu. Nilai-nilai inilah yang dipelajari siswa kelas X SMA Negeri 1 Kedungpring (SMAKED) melalui kegiatan kokurikuler di Sapta Marga, Akademi Militer (Akmil), Magelang, Kamis (22/10/2026).
Dengan berbaris rapi, seluruh siswa kelas X memasuki lapangan. Kedatangan mereka disambut oleh Kapten Infanteri Athar, Kepala Urusan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Kaur Bintahwil) Akademi Militer. Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias, mengawali pengalaman belajar yang tidak hanya memperluas wawasan kebangsaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan karakter.

Kegiatan ini merupakan bagian dari kokurikuler, yakni kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk memperkuat, memperdalam, dan memperkaya pembelajaran intrakurikuler agar kompetensi serta karakter peserta didik berkembang secara lebih utuh. Melalui kegiatan di lingkungan Akademi Militer, siswa memperoleh kesempatan untuk belajar langsung dari narasumber sekaligus menghubungkan materi pembelajaran dengan praktik kehidupan nyata.
Dalam pemaparannya, Kapten Infanteri Athar menyampaikan materi mengenai wawasan kebangsaan, bela negara, serta berbagai kiat untuk mempersiapkan diri memasuki Akademi Militer. Para siswa diajak memahami bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan semata-mata tugas anggota TNI, melainkan tanggung jawab seluruh warga negara sesuai peran dan kemampuan masing-masing.
Semangat bela negara, menurut materi yang disampaikan, dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, kepatuhan terhadap aturan, penghormatan terhadap perbedaan, serta kesediaan berkontribusi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Bagi pelajar, bentuk nyata bela negara dapat dimulai dengan belajar secara sungguh-sungguh, menjaga persatuan, mengembangkan prestasi, dan menggunakan teknologi secara bijak.
Selain memperkuat wawasan kebangsaan, para siswa juga memperoleh gambaran mengenai persiapan memasuki Akademi Militer. Informasi tersebut mencakup pentingnya kesiapan akademik, kesehatan dan kebugaran jasmani, kedisiplinan, serta pembentukan mental dan karakter. Dengan demikian, siswa yang memiliki cita-cita menjadi perwira TNI dapat memahami bahwa persiapan harus dilakukan secara terencana sejak dini.
Pengalaman mengikuti kegiatan ini memberikan kesan tersendiri bagi Indriani Bekti Lestari, salah satu siswa kelas X. Ia mengaku memperoleh dorongan untuk membiasakan diri bersikap lebih disiplin dan tanggap dalam bertindak.
“Dari saya mengikuti kegiatan ini, membuat saya makin disiplin dan sat-set dalam bertindak,” ujarnya.
Ungkapan tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di luar kelas dapat memberikan pengalaman yang membekas bagi peserta didik. Kedisiplinan tidak berhenti pada sikap berbaris rapi selama kegiatan, tetapi diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, baik saat belajar, menjalankan tanggung jawab, maupun berinteraksi dengan orang lain.
Hal senada disampaikan Faiz, siswa kelas X SMAKED, yang menjadikan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk mengenal lebih jauh dunia kemiliteran sekaligus mempersiapkan masa depannya.
“Dari mengikuti kegiatan ini, ke depannya saya akan melatih diri untuk persiapan menuju Akmil. Dari sini saya tahu syarat apa saja yang perlu dipersiapkan untuk masuk ke Akmil,” ungkapnya.
Bagi Faiz, informasi yang diperoleh menjadi bekal awal untuk menyusun langkah persiapan secara lebih terarah. Sementara itu, bagi seluruh peserta, kegiatan ini membuka pemahaman bahwa cita-cita membutuhkan kesungguhan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Melalui kegiatan kokurikuler di Akademi Militer Magelang, SMA Negeri 1 Kedungpring tidak hanya menghadirkan pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah, tetapi juga mengajak peserta didik memahami makna bela negara secara lebih dekat dan kontekstual. Generasi muda diharapkan mampu menerjemahkan nilai-nilai kebangsaan ke dalam tindakan nyata, mulai dari lingkungan sekolah hingga masyarakat luas.
Dari ruang belajar di Akademi Militer, siswa SMAKED membawa pulang lebih dari sekadar pengalaman berkunjung mereka membawa bekal karakter untuk menjadi generasi penerus Indonesia yang tangguh, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan zaman. (Evie/Red)




