Upaya membentuk karakter siswa yang berintegritas kini memasuki babak baru di SMA Negeri 1 Kedungpring. Sekolah ini menghadirkan inovasi digital melalui aplikasi Sistem Pembinaan Karakter (Si Pinter) yang digagas oleh Dwi Ita Agustina, S.Pd., M.Pd.,.
Aplikasi yang resmi diluncurkan pada Februari 2024 ini lahir dari keprihatinan atas banyaknya kasus pelanggaran yang terlambat ditangani karena laporan yang tidak dilakukan secara real time. “Kami ingin menciptakan sistem yang cepat, transparan, dan bisa diakses oleh guru, siswa, maupun orang tua,” ujar Dwi Ita saat ditemui di ruang kerjanya.
Melalui Si Pinter, setiap pelanggaran siswa dapat dicatat dan terpantau secara langsung. Guru maupun wali kelas dapat segera menindaklanjuti tanpa menunggu laporan manual. Tak hanya itu, aplikasi ini juga menjadi sarana komunikasi efektif antara sekolah dan orang tua. Orang tua kini dapat memantau perkembangan karakter dan prestasi anak mereka dengan mudah, kapan pun dan di mana pun.
Hasilnya mulai tampak signifikan. Sejak penerapan Si Pinter, angka pelanggaran siswa menurun, kasus kekerasan berkurang drastis, dan budaya disiplin positif mulai tumbuh. “Dengan adanya aplikasi Si Pinter ini sudah memberikan efek jera untuk anak-anak. Mereka lebih berhati-hati karena tahu bahwa setiap pelanggaran memiliki konsekuensi yang tercatat. Penambahan poin pelanggaran membuat mereka berpikir dua kali untuk mengulanginya,” tutur Fatihatul Ashlihah, S.Pd., wali kelas X.1.
Menariknya, Si Pinter tak hanya fokus pada sisi pelanggaran. Aplikasi ini juga memiliki fitur penghargaan yang memberi poin positif bagi siswa berprestasi. Salah satu siswa mengaku, “Adanya fitur penghargaan membuatku menjadi bersemangat mengumpulkan prestasi.”
Hal senada disampaikan oleh Triwarni Ekawati, S.Pd., salah satu guru di SMA Negeri 1 Kedungpring bahwa Poin plus dari aplikasi Si Pinter adalah jika siswa mendapat prestasi, maka poin pelanggarannya akan berkurang seiring dengan capaian tersebut. Jadi, siswa tidak hanya diajak untuk takut melanggar, tetapi juga termotivasi untuk berbuat baik dan berprestasi.
Kepala SMA Negeri 1 Kedungpring, Wantono Gono Putro, S.Pd., M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap implementasi Si Pinter. Menurutnya, aplikasi ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat pembinaan karakter menuju generasi emas 2045.
Kini, Si Pinter bukan sekadar aplikasi, melainkan gerakan perubahan menuju budaya sekolah yang lebih positif. Melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua, SMA Negeri 1 Kedungpring membuktikan bahwa inovasi digital dapat menjadi solusi nyata dalam mencetak generasi berkarakter unggul dan berdaya saing tinggi.




