Lamongan – Ratusan siswa kelas XII SMAN 1 Kedungpring, Lamongan serius menyimak penjelasan dari staf Humas Universitas Brawijaya. Mereka dengan serius mendengarkan penjelasan detail mekanisme penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program study campus yang bertujuan memberikan wawasan kepada para siswa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi.
Para siswa tidak sendiri, mereka didampingi 30 guru yang ikut serta dalam kunjungan tersebut, Kamis (13/11/2025).
Sejumlah materi yang diberikan di antaranya, jalur Seleksi Mandiri, International Undergraduate Program (IUP), dan jalur prestasi serta vokasi.
Terdapat dua gelombang jalur IUP, yang setara dengan kelas internasional, yakni IUP 1 dan IUP 2. Kemudian jalur Seleksi Mandiri Berbasis Prestasi yang membuka kesempatan bagi siswa yang menjadi juara dalam ajang nasional di bawah naungan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Selain mendapatkan informasi akademik, siswa juga merasakan pengalaman nyata menjelajahi lingkungan kampus, mulai dari ruang kuliah, laboratorium, hingga fasilitas pendukung lainnya. Kegiatan ini menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk mengenal lebih dalam kehidupan perkuliahan dan menumbuhkan motivasi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pada kesempatan tersebut, para siswa SMAKED memperoleh motivasi dari Guru Besar Teknik Industri Fakultas Teknik Universitas Brawijaya bidang kesehatan kerja, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, Amd.Hyp, ST., M.Kes., IPU., ASEAN Eng.
Prof Qomariyatus Sholihah merupakan alumni SMAKED. Dalam kesempatan itu ia menekankan pentingnya keseimbangan antara semangat dan rasionalitas dalam meraih cita-cita.
“Kesuksesan tidak datang dengan cuma-cuma. Kita harus mengupayakannya dengan maksimal, tetapi juga rasional. Dalam memilih jurusan, jangan hanya mengikuti tren, pertimbangkan minat, kemampuan, dan peluang dengan bijak,” pesan Prof Sholihah.
Salah satu peserta, Ibnu Fatin Tsalis Dinata, mengungkapkan kesan positifnya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya bisa mendapatkan wawasan dan ilmu seputar dunia kampus, mulai dari biaya, nilai, sampai kriteria apa saja yang diminta oleh jurusan tersebut,” kata Ibnu dengan antusias.
Senada dengan itu, Aden Jingga Ramadhan, siswa yang bercita-cita masuk jurusan Teknik Pertambangan itu mengaku sangat terbantu dengan kegiatan ini.
“Sangat menyenangkan, penjelasannya detail, dan bermanfaat. Saya dan teman-teman bisa mengetahui banyak hal tentang dunia kampus, termasuk pengalaman langsung di lingkungan perkuliahan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Kedungpring, Wantono Gono Putro S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa kegiatan seperti ini merupakan sarana penting untuk menumbuhkan kesadaran siswa tentang pentingnya melanjutkan pendidikan tinggi.
“Study Campus ini diharapkan memantapkan niat bagi yang masih ragu untuk kuliah, menumbuhkan keinginan bagi siswa yang belum berminat, serta mendorong seluruh lulusan SMAKED agar bercita-cita dan berusaha melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang jalur masuk perguruan tinggi, tetapi juga mengenal lebih dekat dunia perkuliahan yang akan mereka hadapi setelah lulus. Banyak di antara mereka mulai menyadari potensi diri serta arah studi yang ingin ditempuh di masa depan.
Kunjungan ini bukan sekadar perjalanan edukatif, tetapi juga sebuah langkah penting bagi mereka untuk menemukan arah hidup, mengenali potensi, dan meneguhkan mimpi menuju masa depan yang lebih cerah. (Evie/Red)




