Kedungpring – Suasana religius berpadu dengan semangat kreativitas mewarnai peringatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan di lingkungan sekolah pada bulan suci Ramadhan. Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga menghadirkan Bazar Ramadhan yang sekaligus menjadi momen peluncuran (launching) program Double Track Kecantikan dan Tata Boga.
Acara ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan. Peringatan Nuzulul Qur’an diselenggarakan sebagai upaya memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus mengingatkan pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, khususnya bagi para siswa sebagai generasi penerus bangsa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Sekolah, Bapak Wantono Gono Putro, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya untuk dibaca, tetapi juga harus dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai kesempatan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak membaca Al-Qur’an, serta memperbaiki akhlak.
“Momentum Ramadhan ini hendaknya kita jadikan sebagai sarana memperbaiki diri. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup agar kita mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Setelah sambutan kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Bapak Drs. H. Shodiqin, M.Pd. Dalam ceramahnya, ia menjelaskan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia serta pentingnya mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap amal kebaikan yang dilakukan manusia akan memperoleh balasan dari Allah SWT. Dalam tausiyahnya, ia mengutip sebuah hadis yang memotivasi para peserta.
“Setiap amal kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: ‘Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya…’” (HR. Muslim, no. 1151).
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta untuk senantiasa menebar kebaikan, baik kepada sesama manusia maupun kepada lingkungan sekitar.
Selain kegiatan keagamaan, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan Bazar Ramadhan yang menjadi daya tarik utama kegiatan. Bazar ini sekaligus menjadi momentum launching program Double Track (DT) Kecantikan dan Tata Boga yang ada di sekolah. Melalui kegiatan ini, para siswa diberi kesempatan untuk menampilkan keterampilan serta hasil karya mereka secara langsung kepada warga sekolah.
Stand Double Track Kecantikan menghadirkan berbagai produk dan layanan kecantikan, seperti masker wajah, aneka cat kuku, serta berbagai pernak-pernik kecantikan yang menarik perhatian pengunjung. Para siswa juga tampak antusias memberikan layanan sekaligus menjelaskan produk yang mereka tawarkan.
Sementara itu, stand Double Track Tata Boga menyuguhkan beragam produk kuliner yang menggugah selera. Mulai dari aneka kue kering khas Lebaran hingga berbagai menu takjil untuk berbuka puasa, seluruhnya merupakan hasil kreativitas dan keterampilan siswa yang telah dipelajari selama mengikuti program tersebut.
Kehadiran bazar sekaligus launching Double Track ini tidak hanya menambah semarak suasana Ramadhan di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan kewirausahaan, kreativitas, serta kepercayaan diri.
Melalui rangkaian kegiatan PHBI Nuzulul Qur’an dan Bazar Ramadhan ini, diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan, meningkatkan keimanan, serta memberikan pengalaman berharga bagi para siswa dalam mengembangkan keterampilan dan potensi mereka. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan hidup. (Shofi/Red)




