Sorak sorai arena pencak silat kembali memanas ketika SMA Negeri 1 Kedungpring lagi-lagi menorehkan prestasi membanggakan pada Kejuaraan Pencak Silat IPSI Cup Lamongan 2026. Ajang bergengsi yang digelar oleh IPSI Kabupaten Lamongan ini menjadi panggung pembuktian sekaligus tolok ukur kesiapan atlet pelajar jelang Pekan Olahraga Pelajar Jawa Timur (POPDA), dengan atmosfer pertandingan yang kompetitif, penuh tensi, dan tak jarang diselingi insiden-insiden tak terduga.
Kejuaraan tersebut berlangsung selama tiga hari, 15–17 Februari 2026, bertempat di SD Alam Citra Insani Lamongan. Kontingen SMAN 1 Kedungpring turun dengan persiapan intensif selama dua pekan penuh, memaksimalkan latihan teknik, fisik, dan strategi tanding. Hasilnya, para pesilat muda tampil berani dan agresif, menunjukkan mental bertanding yang terus terasah di level kabupaten.
Hasilnya, para atlet muda berhasil mengoleksi sejumlah gelar juara dari berbagai nomor pertandingan. Muhammad Rifqi Ardyansyah tampil gemilang dengan meraih juara 1 kelas C putra remaja, sementara Arya Bhakti Reswara juga menyumbangkan juara 1 kategori tanding kelas C putra remaja. Dari nomor seni, Azahrah Bismillah Armithasukses meraih juara 1 seni tunggal putri.
Prestasi berlanjut di kategori ganda putri remaja melalui duet Citra Candra Apriliani dan Andrelin Nadia Azahra yang sama-sama mengamankan juara 1. Selain itu, Jeshicca Sania Putri Salsabilla keluar sebagai juara 1 kelas A putri remaja. Medali perak turut diraih oleh Muhammad Alex Nurdin (juara 2 kategori G putra remaja), Dinda Ayu Julia Nur Rohmah (juara 2 kelas E putri remaja), Falensi Trias Sadina Putri (juara 2 kelas F putri remaja), serta Aftar Arieya (juara 2 kelas B putra).
Namun, dinamika di arena tak selalu berjalan mulus. Di sela-sela pertandingan, sejumlah insiden ringan mewarnai jalannya kejuaraan—mulai dari peserta yang lupa mengenakan pelindung kemaluan hingga kejadian celana robek saat duel berlangsung. Meski mengundang gelak tawa penonton, seluruh insiden tersebut tidak mengurangi sportivitas maupun semangat juang para atlet. Pertandingan tetap berjalan aman dan terkendali hingga akhir.
Pembina Pencak Silat SMAN 1 Kedungpring, Moh. Basir Udin, S.E., menilai ajang ini sebagai bahan evaluasi penting bagi tim. “Anak-anak masih kurang fokus dan ada yang meremehkan lawan, sehingga hasil yang diraih belum maksimal. Ini yang harus banyak dibenahi,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pembenahan mental tanding dan kedisiplinan akan menjadi prioritas ke depan.
Lebih lanjut, Moh. Basir Udin menambahkan bahwa tim akan segera melakukan pembinaan lanjutan. “Untuk semester tahun depan, kami harus benar-benar siap menghadapi event-event lanjutan, seperti O2SN tingkat kabupaten maupun O2SN Jawa Timur,” tegasnya.
Dengan capaian yang diraih serta evaluasi menyeluruh pascakejuaraan, SMAN 1 Kedungpring optimistis dapat tampil lebih matang dan kompetitif pada agenda-agenda mendatang. IPSI Cup Lamongan 2026 pun menjadi momentum berharga—bukan hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga menempa karakter dan kesiapan atlet menuju level yang lebih tinggi. (Evie/Red)




