Manfaatkan Limbah Tahu dan Jerami, SMA Negeri 1 Kedungpring Sabet Medali Emas AISEF

Kedungpring – SMA Negeri 1 Kedungpring kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Sekolah tersebut berhasil meraih medali emas dalam ajang ASEAN Inovative Science, Environment, and Entrepreneur Fair (AISEF) yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Universitas Diponegoro.

Prestasi ini diraih melalui bidang Environment Science dengan inovasi produk berupa sampo motor berbahan limbah tahu dan jerami. Inovasi tersebut dinilai unggul karena menawarkan solusi alternatif yang ramah lingkungan terhadap penggunaan bahan kimia berbahaya yang selama ini banyak digunakan dalam usaha pencucian kendaraan bermotor.

Tim peneliti SMA Negeri 1 Kedungpring terdiri atas Arsyad Rizqy Maulana, Awalania Ameliatus Zahra, Ayunda Herlina, Naura Dinda Azka Kurniawan, Gisela Mareta Sunarwi, dan Revalina Arthalya Vaanessa. Mereka bersaing dengan peserta dari berbagai negara di kawasan ASEAN.

Persiapan lomba telah dilakukan sejak Oktober, berangkat dari keprihatinan tim terhadap limbah cair pencucian motor yang mengandung bahan kimia dan berpotensi merusak ekosistem perairan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya inovasi berbasis bahan alami yang lebih aman bagi lingkungan.

Limbah tahu dipilih karena selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung saponin, salah satu komponen penting dalam pembuatan sampo. Proses pembuatannya dilakukan dengan mengambil filtrat limbah tahu melalui metode sokletasi, yaitu teknik pemisahan sari atau filtrat dari bahan. Proses serupa juga diterapkan pada jerami. Selanjutnya, filtrat tahu dan filtrat jerami dicampur dengan perbandingan tertentu, kemudian dioven hingga menghasilkan filtrat kering sebagai bahan utama produk.

Produk ini merupakan hasil pengembangan dari riset sebelumnya dan disempurnakan untuk kebutuhan kompetisi. Seluruh rangkaian lomba, mulai dari penulisan karya ilmiah hingga presentasi, dilaksanakan dalam bahasa Inggris, menambah tantangan sekaligus nilai lebih bagi tim.

Ekstrakurikuler KIR ini dibina oleh Ibu Endang Setyowati Mas’ula, S.Pd. dan ibu Dwi Ita Agustina, M.Pd. Menurut Dwi Ita Agustina, produk yang dikembangkan siswa merupakan wujud kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

“Produk ini adalah produk cinta lingkungan. Saat ini masyarakat cenderung menyukai produk instan yang justru berbahaya bagi bumi. Melalui inovasi ini, kami ingin menawarkan cara yang lebih baik dan tidak merusak lingkungan,” ujarnya.

Salah satu anggota tim, Ayunda Herlina, mengaku tidak menyangka dapat meraih hasil terbaik dalam ajang tersebut.

“Saya tidak menyangka, karena ini adalah lomba pertama kali kami menggunakan bahasa Inggris dan berskala internaional. Terima kasih kepada Bapak Wantono, Bu Ita, dan Bu Endang yang telah memfasilitasi kami hingga bisa mengikuti dan memenangkan lomba ini,” tutur Ayunda.

Keberhasilan ini semakin mengukuhkan SMA Negeri 1 Kedungpring sebagai sekolah yang konsisten mendorong inovasi ilmiah, berwawasan lingkungan, serta mampu bersaing di tingkat ASEAN. (Evie Red)

Pengumuman

Tes Kemampuan Akademik
Ujian Sekolah Daring
Ujian Sekolah Daring

Kegiatan Sekolah

TES KEMAMPUAN AKADEMIK
HARI KESAKTIAN PANCASILA
PSTS GASAL 2025-2026
MAULID NABI MUHAMMAD SAW

Prestasi

Latihan Berat Berbuah ...
PMR SMA Negeri 1 Kedun...
Manfaatkan Limbah Tahu...
PENGEMBANG KEMANDIRIAN...

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman

Download App Web Sekolah

Nikmati Cara Mudah dan Menyenangkan Ketika Membaca Buku, Update Informasi Sekolah Hanya Dalam Genggaman